Menu

Malang Nurse Emergency Disaster ( M_NED) Terus Berpacu Meningkatkan Kapasitas Masyarakat dan Perawat Kabupaten Malang Melalui Pelatihan Gawat Darurat dan Kebencanaan


Malang Nurse Emergency  Disaster ( M_NED) merupakan organisasi Medical Rescue Team yang ada dibawah naungan DPD PPNI Kabupaten Malang. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk menyiapkan kapasitas para perawat yang ada di Kabupaten Malang sehingga mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam penanganan kasus gawat darurat dan kebencanaan. Tanggal 1 September 2018 merupakan awal dibentuknya M_NED yang diselenggarakan di Hotel Santana Kepanjen Malang. Selanjutnya M_NED memulai kegiatan yang mengambil lokasi di Pantai Balekambang dengan melakukan latihan gabungan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan anggota M_NED dalam mengurangi dampak risiko bencana di daerah pariwisata.

Dengan segala macam keterbatasan, semangat  M_NED untuk berkiprah dalam penanganan kasus gawat darurat dan kebencanaan terus dilakukan. Tanggal 8 – 9 Desember 2018, M_NED kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan penanganan kasus gawat darurat dan bencana yang dipusatkan di Balai Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari para perawat anggota PPNI Kabupaten malang yang tergabung dalam M_NED, Mahasiswa Siaga Bencana (MAGANA) STIKES Kepanjen  serta satuan karya pramuka dan masyarakat desa pandansari yang tergabung dalam BALAKARCANA ( Bantuan Relawan Kebakaran dan Bencana ). Kegiatan ini dihadiri oleh BPBD Kab Malang dan unsur Muspika Kecamatan Poncokusumo. Metode pelatihan ini adalah penyampaian materi konsep dan simulasi. Materi yang diberikan adalah Evakuasi Medis Darat, Pendampingan Psikososial, Fasilitas pelayanan siaga bencana, PPGD dasar, dan Talk show tim relawan gempa dan tsunami Palu. Materi disampaikan oleh Sulistyono S.Kep, Ns.,M.Kep ( Ketua M_ NED),  Bintari Ratih Kusumaningtyas, S.Kep, Ns.,M.Kep (staf Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Unibraw), RH. Sardjono, S.Kep,Ns (Ketua SAR TRENGGANA Malang Raya), Tim RS UMM.

Menurut Sulistyono, S.Kep, Ns.,M.Kep selaku Ketua M_NED, setelah diberikan pelatihan mengenai kegawadaruratan dan kebencanaan, anggota  M_NED harus mampu mengaplikasikannya dalam simulasi dan  pada saatnya nanti apabila terjadi kasus gawat darurat dan bencana secara tiba-tiba. Tidak tanggung-tanggung peserta latihan harus  mampu berperan secara totalitas menolong korban berlumuran darah, posisi korban yang berada di antara reruntuhan kayu, dan korban lainnya yang mengalami luka berat, ringan bahkan ibu melahirkan, serta masalah psikososial / gangguan kejiawaan karena stresor akibat bencana juga tidak luput dari penanganan M_NED.
“Kejadian ini kami simulasikan secara nyata, anggota M_NED juga kami siapkan untuk menjadi tim tangguh bencana serta dapat belajar dalam penggunaan alat komunikasi yang sudah kami bagikan pada masing-masing tim evakuasi yang terbagi 10 tim” ujar Sulistyono, S.Kep, Ns.,M.Kep.

Tidak hanya perawat yang tergabung dalam M_NED, BALAKARCANA , MAGANA STIKES Kepanjen  serta relawan dan pramuka  juga turut andil berpartisipasi dalam simulasi bencana tanah longsor  menerjunkan personil yang terbagi dalam 10 tim evakuasi yang di pimpin oleh Datok Sasono,S.Kep, Ns sebagai  pimpinan regu evakuasi dan pertolongan pada malam hari di hutan bambu. Tim Triase meluncur kelokasi untuk menandai para korban sesuai kegawatan dan beberapa saat kemudian tim evakuasi dan kesehatan datang melakukan pertolongan dan evakuasi untuk di bawa ke RS Lapangan yang di pimpin oleh Dr Niko. “Kami sudah menyiapkan rumah sakit lapangan, kita benar-benar setting seperti kejadian bencana yang nyata, sehingga teman teman perawat  dapat melatih skill dan ketrampilan dalam penanganan korban  bencana atau kondisi emergency” ujar Danang salah satu panitia dari Puskesmas Kalipare. Pada sesi akhir simulasi pada hari pertama dilakukan evaluasi oleh tim evaluasi dari berbagai pihak dianatara nya Ketua M_NED, Ketua SAR TRENGGANA Malang Raya, dan Dr Niko dari RS UMM

Pada simulasi hari kedua (9/12/2018) di simulasikan terjadi ledakan gas di lokasi yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Setelah mendapat laporan dan dipastikan kondisi lokasi aman anggota M-NED meluncur kelokasi untuk melakukan pertolongan dan evakuasi pada korban ledakan gas, Dilokasi didirikan pos kesehatan untuk dilakukan pertolongan pada korban sedangkan korban yang mengalami kegawatan juga di rujuk ke RS rujukan sesuai dengan tingkat kegawatannya.

Penghujung acara dilakukan evaluasi dan penutupan serta beberapa sambutan diantaranya oleh Tito Harnowo,S.Kep, Ns selaku perawat koordinator unit sekaligus mewakili Puskesmas Poncokusumo ,  dari perangkat Desa Pandansari juga meberikan sambutan.

Ketua M_NED juga memberikan apresiasi pada Satuan Karya Pramuka/ Saka yang menjadi calon-calon penerus  BALAKARCANA yang telah berpartisipasi dengan mefasilitasi adik-adik pramuka untuk mendapatkan pelatihan Pertolongan Gawat Darurat Dasar.

Kegiatan ini disupport oleh DPD PPNI Kabupaten Malang, SAR TRENGGANA Malang Raya, Puskesmas Poncokusumo, Magana STIKes Kepanjen, dan RS UMM.

Leave a reply


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *